Peningkatan intensitas kerja sama internasional TNI Angkatan Laut (TNI AL) menuntut tersedianya sistem pengelolaan data yang mampu mendukung pengambilan keputusan strategis secara cepat, akurat, dan berbasis bukti. Namun, pengelolaan Sistem Informasi Kerja Sama Internasional (Sisfokersin) masih menghadapi berbagai kendala, seperti data yang tersebar, belum terintegrasi, proses pengolahan yang masih manual, serta belum mampu menyajikan analisis strategis secara otomatis. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting Sisfokersin, mengidentifikasi kebutuhan informasi strategis bagi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), serta merumuskan konsep pengembangan Sisfokersin berbasis Artificial Intelligence (AI) guna mewujudkan tata kelola data terpadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sisfokersin belum berfungsi optimal sebagai Decision Support System karena belum memiliki integrasi data, analisis prediktif, visualisasi informasi, dan rekomendasi kebijakan berbasis AI. Penelitian ini menghasilkan AI-Based Sisfokersin Governance Model yang mengintegrasikan proses data acquisition, data integration, data validation, AI analytics, decision support, dan strategic policy recommendation. Model tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efektivitas diplomasi pertahanan, efisiensi tata kelola data, serta mendukung transformasi digital dalam mewujudkan TNI AL yang modern dan berdaya gentar global.
Copyrights © 2026