Sistem Precision Approach Path Indicator (PAPI) merupakan fasilitas Airfield Lighting System (AFL) vital yang memberikan panduan visual sudut luncur pesawat saat pendekatan dan pendaratan. Di Bandar Udara Nusawiru Pangandaran, sistem PAPI pada Runway 07 dan 25 mengalami kegagalan operasi total sejak tahun 2021. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kerusakan teknis, menghitung beban sistem, menganalisis hasil pengukuran tahanan isolasi kabel FL2XCY dan trafo seri, evaluasi fisik box PAPI dan bak trafo, evaluasi kapasitas CCR, hasil wawancara, serta penentuan akar penyebab menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA) dan Fishbone Diagram. Penelitian dengan metode kombinasi kualitatif dan kuantitatif ini menemukan bahwa total beban PAPI sebesar 315 VA melebihi kapasitas operasional maksimum CCR (4 kVA) sehingga mengalami ketiadaan daya (total breakdown/kerusakan CCR). Sebanyak 60% titik kabel FL2XCY dan 50% trafo seri memiliki tahanan isolasi 0–20 MΩ (di bawah standar minimum 50 MΩ), 46% fitting lampu rusak, serta 87% bak trafo tergenang air/lumpur. RCA mengidentifikasi ketiadaan program pemeliharaan preventif terstruktur (preventive maintenance) sebagai akar masalah utama yang diperkuat oleh interaksi faktor Man, Machine, Material, Method, dan Environment.
Copyrights © 2026