Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya insiden kecelakaan penerbangan yang disebabkan oleh human factor serta perlunya penyiapan kompetensi taruna secara aman dan efisien sebelum penerbangan nyata. Alasan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sejauh mana pembelajaran berbasis simulasi memberikan dampak nyata terhadap keterampilan terbang taruna. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis efektivitas pelatihan simulator dan seberapa besar kontribusinya terhadap kompetensi terbang taruna penerbang fase Private Pilot License (PPL) di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional/regresi sederhana dengan teknik total sampling pada 31 taruna PPL. Pemilihan metode kuantitatif regresi dipilih untuk mengukur besaran pengaruh antarvariabel secara objektif dan terukur. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persepsi pelatihan simulator sebesar 4,133 dan kompetensi terbang sebesar 4,294. Persamaan regresi yang dihasilkan adalah dengan nilai ( ), serta . Kesimpulannya, pelatihan simulator terbukti berpengaruh positif dan signifikan dengan memberikan kontribusi sebesar 70,3% terhadap kompetensi terbang taruna. Rekomendasi penelitian lanjutan adalah menambahkan variabel bebas lain seperti motivasi dan kepemimpinan instruktur serta memperluas cakupan sampel hingga fase Commercial Pilot License (CPL).
Copyrights © 2026