Latar Belakang: Nafsu makan yang baik berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi balita untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Oleh karena itu, puding madu dan kurma kurma dipilih sebagai alternatif peningkat nafsu makan karena mengandung zat gizi yang bermanfaat, bercita rasa manis, serta memiliki tekstur lembut dan penyajian yang menarik bagi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan nafsu makan balita sebelum dan sesudah pemberian puding madu dan kurma di Posyandu Desa Bugelan. Metode penelitian: Metode penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 25 balita dipilih secara simple random sampling. Hasil menunjukkan rata-rata skor nafsu makan sebelum intervensi adalah 4,44 dan sesudah intervensi meningkat menjadi 5,04. Uji Paired T-Test memperoleh nilai p = 0,053 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat perbedaan signifikan pemberian puding madu dan kurma terhadap peningkatan nafsu makan balita. Meskipun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik, namun ada peningkatan rata-rata skor nafsu makan balita setelah pemberian puding madu dan kurma selama 14 hari. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan perbaikan nafsu makan setelah intervensi. Kesimpulan: Pemberian puding madu dan kurma dapat menjadi alternatif makanan tambahan yang efektif untuk meningkatkan nafsu makan balita.
Copyrights © 2026