Ketahanan pangan berkembang menjadi salah satu komponen strategis dalam mendukung ketahanan wilayah dan pertahanan negara karena ancaman keamanan semakin bersifat multidimensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi satuan teritorial dalam mendukung ketahanan pangan serta kesiapan operasi darat melalui integrasi kapabilitas militer, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi multiaktor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada Kodim 1302/Minahasa. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan melibatkan unsur TNI AD, pemerintah daerah, kelompok tani, akademisi, dan sektor swasta. Analisis data dilakukan secara interaktif dengan dukungan NVivo melalui proses pengkodean dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kodim berperan sebagai fasilitator, dinamisator, dan akselerator melalui pendampingan petani, optimalisasi lahan, pemanfaatan alsintan, distribusi pangan, dan komunikasi sosial Babinsa. Strategi tersebut memperkuat ketahanan pangan, stabilitas wilayah, dan kesiapan operasi darat melalui keseimbangan Ends, Ways, dan Means.
Copyrights © 2026