Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), sebagai provinsi maritim terbesar di Indonesia, memiliki potensi sumber daya blue food yang melimpah, jauh melampaui kebutuhan konsumsi lokalnya. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, total produksi ikan Kepri mencapai 351.642 ton, sementara total kebutuhan hanya 170.835 ton, menghasilkan surplus sebesar 180.807 ton. Surplus ini bahkan meningkat pada tahun 2024, di mana produksi mencapai 379.229 ton dengan total kebutuhan 173.263 ton, menghasilkan surplus sebesar 205.966 ton atau setara 218,87%. kondisi geografis kepulauan menyebabkan minimnya infrastruktur logistik mikro yang menghambat penyaluran blue food ke Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Policy paper ini mengusulkan strategi Penerapan Model Logistik MBG Terdesentralisasi dengan Pendekatan Hub-and-Spoke. Strategi ini dirancang untuk mengatasi akar masalah tersebut dengan mendirikan "SPPG khusus mini/ dapur satelit" di titik-titik strategis, memastikan pasokan segar dan efisien dari nelayan di pulau-pulau kecil ke sekolah-sekolah penerima MBG. minimnya infrastruktur logistik blue food lokal menimbulkan kendala signifikan dalam memenuhi kebutuhan Program MBG, sehingga berdampak pada belum optimalnya pemanfaatan blue food lokal. Melalui model logistik yang adaptif ini, Kepri dapat secara efektif memerangi stunting, meningkatkan gizi masyarakat, dan menciptakan ekosistem ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026