Latar Belakang: Fatigue merupakan risiko keselamatan vital pada driver dump truck tambang akibat durasi kerja panjang, sistem shift, aktivitas monoton, dan tingginya tuntutan konsentrasi. Kondisi kelelahan berpotensi menurunkan respons pengemudi hingga memicu kesalahan operasional pada jalur hauling. Tujuan: Mengevaluasi penerapan manajemen fatigue pada driver dump truck pada salah satu perusahaan jasa pertambangan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif Juli–September 2025 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Sumatera Selatan. Informan empat orang, dua driver dump truck, satu supervisor operasional, dan satu petugas Health Safety and Environment (HSE) dipilih secara purposive sampling. Data primer observasi lapangan dan wawancara semi-terstruktur/mendalam, data sekunder melalui telaah SOP, jadwal kerja, kebijakan K3, dan dokumen terkait manajemen fatigue. Hasil: Perusahaan telah menerapkan berbagai upaya pengendalian administrasi dan operasional (briefing, inspeksi awal, pengawasan HSE, serta pengaturan istirahat), risiko fatigue dan kecelakaan kerja masih tinggi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur (pemisahan jalur belum optimal), masalah durasi kerja (lembur berlebih), munculnya indikator kelelahan fisik pada pekerja/driver, serta belum digunakannya instrumen pemantauan fatigue yang terstandar secara rutin. Saran: Agar perusahaan memperkuat pengawasan jam kerja dan waktu istirahat, evaluasi pola shift, edukasi fatigue, sistem pelaporan yang mendukung, serta pemantauan fatigue secara objektif dan berkala. Kata Kunci: Dump Truck, Fatigue, Manajemen Fatigue, Keselamatan Kerja, Pertambangan.
Copyrights © 2026