Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami kondisi kegawatdaruratan akibat penurunan fungsi fisiologis dan meningkatnya penyakit kronis. Keterlambatan keluarga dalam mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan dapat menyebabkan keterlambatan memperoleh pertolongan. Edukasi Early Warning Signs (EWS) diperlukan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengenali perubahan kondisi lansia secara dini sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi Early Warning Signs (EWS) terhadap kecepatan penanganan kegawatdaruratan pada lansia oleh keluarga di Puskesmas Kuranji Padang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest.dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 keluarga yang memiliki lansia. Pengambilan data dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi EWS menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kecepatan penanganan kegawatdaruratan setelah diberikan edukasi EWS. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kecepatan penanganan sebelum dan sesudah diberikan edukasi EWS. Saran: Disarankan agar edukasi EWS diberikan secara berkala kepada keluarga lansia sebagai upaya meningkatkan kemampuan deteksi dini dan mempercepat penanganan kondisi kegawatdaruratan pada lansia. Kata Kunci: Early Warning Signs, Edukasi, Keluarga, Kegawatdaruratan, Lansia.
Copyrights © 2026