Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Terapi Spritual Emotional Freedom Technique (Seft) Terhadap Kecemasan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Putri Manda Sari; Rebbi Permata Sari; Willady Rasyid
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2111

Abstract

Pasien yang sudah lama menjalani tindakan hemodialisa tetap masih mengalami kecemasan. Hal ini dikarenakan individu dengan hemodialisis jangka panjang sering merasa khawatir akan kondisi sakitnya yang tidak dapat diramalkan. Kecemasan adalah kondisi neurofisiologis yang terjadi secara otomatis, ditandai dengan respon melarikan diri terhadap ancaman yang sedang dihadapi. Salah satu upaya mengatasi kecemasan dapat dilakukan terapi SEFT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Tk. III Dr. Reksodiwiryo Kota Padang Tahun 2025. Metode penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-Agustus 2025. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 19 responden. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kecemasan sebelum diberikan terapi yaitu 27,42, rata-rata kecemasan sesudah diberikan terapi yaitu 18,42. Hasil uji statistik paired sample t-test diperoleh p-value 0,000. maka dapat disimpulkan bahwa Ada Pengaruh Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Terhadap Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Tk. III Dr. Reksodiwiryo Padang Tahun 2025. Saran perawat dapat menerapkan SEFT kepada pasien dan pasien dapat melakukan terapi SEFT secara mandiri.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Self Care Behaviour Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Belimbing Padang Tahun 2025 Shelly Yonira Agustin; Tomi Jepisa; Willady Rasyid
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2224

Abstract

Self care behaviour atau perilaku perawatan diri, serangkaian tindakan dan keputusan yang diambil oleh individu untuk menjaga kesehatan, mencegah penyakit dan mengelola kondisi kesehatannya sendiri. Adapun dampak dari tidak melakukan self care behaviour pada penderita hipertensi dapat menyebabkan risiko terjadinya komplikasi kerusakan pada kardiovaskular, otak, dan ginjal sehingga menyebabkan terjadinya komplikasi beberapa penyakit, seperti stroke, jantung, gagal ginjal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan self care behaviour pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Padang. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan analitik kolerasi dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21–30 April 2025. Penelitian ini telah dilakukan di Puskesmas Belimbing Padang pada bulan April 2025. Populasi seluruh penderita hipertensi yang datang berkunjung ke Puskesmas Belimbing Padang pada bulan September–November 2024 sebanyak 908 orang dengan sampel 90 orang, teknik pengambilan sampel accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan 53,3% memiliki self care behavior rendah, 51,1% memiliki keluarga tidak mendukung. Ada hubungan dukungan keluarga dengan self care behavior pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Padang (p value = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan dukungan keluarga dengan self care behaviour pada penderita hipertensi. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar dapat melibatkan keluarga dalam peningkatan kepatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan pengobatannya seperti memasukkan dukungan keluarga sebagai upaya promosi kesehatan pada pasien hipertensi.
Hubungan Pola Makan Dan Kepatuhan Minum Obat Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Puskesmas Belimbing Padang Tahun 2025 Azharia Lathifah; Hidayatul Rahmi; Willady Rasyid
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2225

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah akibat gangguan sekresi insulin, resistensi insulin, atau keduanya. Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya pola makan yang kurang baik dan rendahnya kepatuhan minum obat. Berdasarkan survei awal di Puskesmas Belimbing Padang, sebagian besar pasien masih mengonsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, memiliki jadwal makan yang tidak teratur, serta belum patuh dalam mengonsumsi obat antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Belimbing Padang Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 197 pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang berkunjung ke Puskesmas Belimbing Padang pada Desember 2024–Januari 2025, dengan sampel sebanyak 66 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan, kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8), dan lembar observasi kadar gula darah puasa. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 66 responden, sebanyak 41 orang (62,1%) memiliki pola makan kurang baik, 45 orang (68,2%) memiliki kepatuhan minum obat yang rendah, dan 42 orang (63,6%) memiliki kadar gula darah yang tidak terkontrol. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000, yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di Puskesmas Belimbing Padang Tahun 2025. Disimpulkan bahwa pola makan dan kepatuhan minum obat berhubungan secara signifikan dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2. Oleh karena itu, Puskesmas Belimbing Padang diharapkan dapat meningkatkan edukasi mengenai pengaturan pola makan, kepatuhan minum obat, melibatkan keluarga dalam pengelolaan penyakit, serta menyediakan media edukasi yang efektif untuk membantu pasien mengontrol kadar gula darah.
Hubungan Self Care Management Dengan Kualitas Hidup Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Menjalani Hemodialisis Di RS. Tk III Reksodiwiryo Padang Miza Lorince; Revi Neini Ikbal; Willady Rasyid
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 8 (2026): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i8.1454

Abstract

Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis mengalami berbagai perubahan dalam kehidupan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisis adalah melalui self care management yang meliputi kemitraan, perawatan diri, pemecahan masalah, dan pengelolaan emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self care management dengan kualitas hidup pasien Chronic Kidney Disease (CKD) menjalani hemodialisis di RS. TK III Reksodiwiryo Padang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis di RS. TK III Reksodiwiryo Padang dengan jumlah 110 orang, dengan sampel sebanyak 52 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–Agustus 2025 dan pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner Hemodialysis Patient Self Care Measurement Scale dan KDQOL-SF 36. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 52 responden, sebanyak 24 (46,2%) responden memiliki kualitas hidup buruk dan 28 (53,8%) responden memiliki kualitas hidup baik. Self care management menunjukkan bahwa 23 (44,2%) responden memiliki self care management tidak baik dan 29 (55,8%) responden memiliki self care management baik. Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh p-value = 0,030 (p<0,05), sehingga terdapat hubungan antara self care management dengan kualitas hidup pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis di RS. TK III Reksodiwiryo Padang tahun 2025. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan self care management dengan kualitas hidup pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis di RS. TK III Reksodiwiryo Padang tahun 2025. Disarankan kepada pihak rumah sakit, khususnya perawat hemodialisa, untuk meningkatkan edukasi dan memberikan informasi kepada pasien serta keluarga mengenai self care management sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis.
Pengaruh Aromaterapi Jasmine terhadap Nyeri Pasien Post Operasi Nadya Fitria Sari; Willady Rasyid; Vania Aresti Yendrial
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2387

Abstract

Postoperative pain is a common problem that may interfere with comfort, activity, sleep, and recovery. Jasmine aromatherapy is a complementary non-pharmacological intervention that may promote relaxation and reduce pain perception. This study aimed to determine the effect of jasmine aromatherapy on pain intensity in postoperative patients in the inpatient wards of RSUD dr. Rasidin Padang in 2025. A quantitative pre-experimental study with a one-group pretest-posttest design was conducted from March to August 2025. Twenty postoperative patients were recruited using consecutive sampling. Pain intensity was measured using the Numerical Rating Scale (NRS), and data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test. The median pain score decreased from 6.50 before intervention to 3.00 after intervention. All 20 respondents showed a decrease in pain, with no ties or increased pain scores. The Wilcoxon test yielded p=0.000 (p<0.05). Jasmine aromatherapy was therefore associated with a significant reduction in postoperative pain and may be considered as a complementary nursing intervention.
PERBEDAAN EDUKASI EARLY WARNING SIGNS (EWS) TERHADAP KECEPATAN PENANGANAN KEGAWATDARURATAN PADA LANSIA OLEH KELUARGA DI PUSKESMAS KURANJI PADANG TAHUN 2026 Helmanis Suci; Weni Mailita; Willady Rasyid
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1770

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok yang rentan mengalami kondisi kegawatdaruratan akibat penurunan fungsi fisiologis dan meningkatnya penyakit kronis. Keterlambatan keluarga dalam mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan dapat menyebabkan keterlambatan memperoleh pertolongan. Edukasi Early Warning Signs (EWS) diperlukan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengenali perubahan kondisi lansia secara dini sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi Early Warning Signs (EWS) terhadap kecepatan penanganan kegawatdaruratan pada lansia oleh keluarga di Puskesmas Kuranji Padang Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one-group pretest-posttest.dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 keluarga yang memiliki lansia. Pengambilan data dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi EWS menggunakan lembar observasi. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kecepatan penanganan kegawatdaruratan setelah diberikan edukasi EWS. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kecepatan penanganan sebelum dan sesudah diberikan edukasi EWS. Saran: Disarankan agar edukasi EWS diberikan secara berkala kepada keluarga lansia sebagai upaya meningkatkan kemampuan deteksi dini dan mempercepat penanganan kondisi kegawatdaruratan pada lansia. Kata Kunci: Early Warning Signs, Edukasi, Keluarga, Kegawatdaruratan, Lansia.