Latar Belakang: Rendahnya penemuan kasus tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan dalam pengendalian TBC, termasuk di Kabupaten Musi Banyuasin. Kinerja petugas kesehatan berperan penting dalam penemuan kasus, namun faktor yang berhubungan dengan kinerja tersebut belum dikaji secara komprehensif. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja petugas kesehatan dalam penemuan kasus TBC di Kabupaten Musi Banyuasin. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional melibatkan 155 petugas kesehatan program TBC menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder program TBC. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil: Sebanyak 120 (77,4%) petugas memiliki kinerja kurang baik dan 35 (22,6%) memiliki kinerja baik. Analisis multivariat menunjukkan reward (Exp(B)=33,767; p<0,001), ketersediaan laboratorium Tes Cepat Molekuler (TCM) (Exp(B)=11,516; p<0,001), keaktifan promosi kesehatan (Exp(B)=4,451; p=0,005), dan ketersediaan media promosi (Exp(B)=3,954; p=0,008) berhubungan dengan kinerja petugas. Reward merupakan faktor paling dominan. Saran: Dinas Kesehatan perlu memperkuat sistem reward yang berkelanjutan, meningkatkan akses terhadap fasilitas TCM, serta memperkuat kegiatan dan media promosi kesehatan untuk meningkatkan kinerja petugas dalam penemuan kasus TBC. Kata Kunci: Kinerja; Penemuan Kasus; Petugas Kesehatan; Tuberkulosis
Copyrights © 2026