Latar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. WHO melaporkan lebih dari 890 juta orang dewasa mengalami obesitas dan 2,5 miliar mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia, prevalensi obesitas usia ≥18 tahun meningkat dari 21,8% pada 2018 menjadi 23,4% pada 2023. Pada 2025, Kabupaten Musi Banyuasin mencatat 12.980 kasus obesitas dengan prevalensi 14%, sedangkan Puskesmas Lumpatan mencatat 1.416 kasus dengan prevalensi 5,9%. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lumpatan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilaksanakan Januari–April 2026. Populasi berjumlah 404 orang dengan sampel 88 responden berusia 20–44 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: Obesitas berhubungan dengan pengetahuan (p<0,001), sikap (p=0,033), perilaku (p=0,023), lingkungan (p=0,001), dukungan sosial (p<0,001), dan peran tenaga kesehatan (p=0,023), tetapi tidak dengan akses informasi kesehatan (p=0,490) dan kebijakan kesehatan (p=0,261). Pengetahuan (OR=2,389; p=0,022) dan dukungan sosial (OR=15,439; p<0,001) menjadi faktor yang berpengaruh, dengan dukungan sosial sebagai faktor dominan. Saran: Puskesmas perlu meningkatkan promosi kesehatan, edukasi gizi, aktivitas fisik, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat untuk memperkuat dukungan sosial dalam pencegahan obesitas. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Faktor Risiko, Obesitas, Pengetahuan
Copyrights © 2026