Akhmad Dwi Priyatno
STIK Bina Husada Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DETERMINAN KINERJA KADER POSYANDU DALAM PELAKSANAAN POSYANDU INTEGRASI LAYANAN PRIMER (ILP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Muslim Bahori; Akhmad Dwi Priyatno; Dianita Ekawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1763

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) dipengaruhi oleh kinerja kader sebagai pelaksana utama pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Bukti mengenai determinan kinerja kader dalam implementasi Posyandu ILP yang mencakup pelayanan sepanjang siklus kehidupan masih terbatas. Evaluasi tahun 2025 di wilayah kerja Puskesmas Talang Pangeran menunjukkan hanya 16,7% kader memiliki kinerja baik. Tujuan: Menganalisis determinan kinerja kader Posyandu dalam pelaksanaan Posyandu ILP di wilayah kerja Puskesmas Talang Pangeran tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 90 kader aktif menggunakan total sampling. Analisis meliputi univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik pada α=0,05. Hasil: Motivasi, pengetahuan, dukungan petugas kesehatan, dan keterampilan berhubungan dengan kinerja kader (p<0,05), sedangkan usia, pendidikan, dan lama bekerja tidak berhubungan (p>0,05). Motivasi merupakan faktor paling dominan (p=0,002; OR=5,625; 95% CI=1,905–16,614). Kader dengan motivasi tinggi berpeluang 5,625 kali memiliki kinerja baik. Saran: Puskesmas perlu meningkatkan motivasi kader melalui pembinaan, pelatihan, supervisi, dan pemberian penghargaan secara berkelanjutan. Kata Kunci:  Dukungan petugas Kesehatan, Keterampilan, Kinerja kader, Motivasi, Pengetahuan, Posyandu Integrasi Layanan Primer
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN OBESITAS PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS Romi Ronaldo; Akhmad Dwi Priyatno; Nurul Fitriah
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1780

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. WHO melaporkan lebih dari 890 juta orang dewasa mengalami obesitas dan 2,5 miliar mengalami kelebihan berat badan. Di Indonesia, prevalensi obesitas usia ≥18 tahun meningkat dari 21,8% pada 2018 menjadi 23,4% pada 2023. Pada 2025, Kabupaten Musi Banyuasin mencatat 12.980 kasus obesitas dengan prevalensi 14%, sedangkan Puskesmas Lumpatan mencatat 1.416 kasus dengan prevalensi 5,9%. Tujuan: Menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Lumpatan Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilaksanakan Januari–April 2026. Populasi berjumlah 404 orang dengan sampel 88 responden berusia 20–44 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat dengan regresi logistik berganda. Hasil: Obesitas berhubungan dengan pengetahuan (p<0,001), sikap (p=0,033), perilaku (p=0,023), lingkungan (p=0,001), dukungan sosial (p<0,001), dan peran tenaga kesehatan (p=0,023), tetapi tidak dengan akses informasi kesehatan (p=0,490) dan kebijakan kesehatan (p=0,261). Pengetahuan (OR=2,389; p=0,022) dan dukungan sosial (OR=15,439; p<0,001) menjadi faktor yang berpengaruh, dengan dukungan sosial sebagai faktor dominan. Saran: Puskesmas perlu meningkatkan promosi kesehatan, edukasi gizi, aktivitas fisik, serta pemberdayaan keluarga dan masyarakat untuk memperkuat dukungan sosial dalam pencegahan obesitas. Kata Kunci: Dukungan Sosial, Faktor Risiko, Obesitas, Pengetahuan