Keterbatasan akses terhadap tenaga profesional dan masih adanya stigma terhadap permasalahan kesehatan mental menjadi tantangan dalam pemberian pendampingan psikologis di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader dalam memberikan pendampingan awal kesehatan mental melalui Pelatihan Sanggah Jiwa. Kegiatan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan rancangan one-group pretest-posttest, yang diperkuat melalui observasi dan refleksi peserta. Pelatihan Sanggah Jiwa melalui program SIGAP METRO (Siaga Gerakan Aktif Pulihkan Mental Kota Metro) dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 di Kota Metro dengan melibatkan kader relawan Komunitas Rumah Peluk di bawah naungan BKKBN Kota Metro. Materi pembekalan meliputi pemahaman peran dan batas kader, active listening, validasi emosi, teknik stabilisasi sederhana, dukungan sebaya, perawatan diri kader, serta pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai “Klinik Alam”. Kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi, simulasi, role-play, praktik keterampilan, dan refleksi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti pembekalan, terutama pada aspek peran konselor sebaya, respons terhadap kondisi berisiko, dan pemahaman mengenai konsep “Klinik Alam”. Pelatihan Sanggah Jiwa dapat menjadi salah satu upaya penguatan kapasitas kader dalam mendukung pendampingan kesehatan mental di masyarakat dengan tetap memperhatikan batas kompetensi dan kebutuhan rujukan kepada tenaga profesional. Abstract. Limited access to mental health professionals and the persistence of stigma surrounding mental health problems remain major challenges in providing psychological support within communities. This activity aimed to improve cadres’ knowledge and capacity to provide initial mental health assistance through the Sanggah Jiwa Training. The activity employed a descriptive quantitative approach with a one-group pretest–posttest design, complemented by participant observations and reflections. The Sanggah Jiwa Training, conducted as part of the SIGAP METRO (Siaga Gerakan Aktif Pulihkan Mental Kota Metro) program, was held on August 2, 2026, in Metro City and involved volunteer cadres from the Rumah Peluk Community under the auspices of the Metro City BKKBN. The training materials covered an understanding of cadres’ roles and boundaries, active listening, emotional validation, simple stabilization techniques, peer support, cadre self-care, and the utilization of green open spaces as a “Nature Clinic.” The activities included instructional sessions, simulations, role-plays, skills practice, and reflection. Evaluation results indicated an improvement in participants’ understanding following the training, particularly regarding the role of peer counselors, appropriate responses to high-risk situations, and the concept of the “Nature Clinic.” Sanggah Jiwa Training may serve as an approach to strengthening cadres’ capacity to support community-based mental health assistance while maintaining appropriate competency boundaries and recognizing the need for referral to mental health professionals.
Copyrights © 2026