Keberhasilan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) berkaitan dengan karakteristik masyarakat yang berpartisipasi serta peran kelembagaan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kelembagaan adat dan karakteristik masyarakat dengan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan HKm di Nagari Latang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 60 anggota Kelompok Tani Hutan yang dipilih menggunakan teknik sensus. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik masyarakat memiliki hubungan positif dan signifikan dengan partisipasi masyarakat (β = 0,245; p = 0,026), sedangkan kelembagaan adat menunjukkan hubungan positif namun tidak signifikan dengan partisipasi masyarakat (β = 0,149; p = 0,271). Temuan ini mengindikasikan bahwa karakteristik masyarakat memiliki keterkaitan yang lebih kuat dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan HKm dibandingkan kelembagaan adat pada model yang dikembangkan. Mengingat penelitian ini menggunakan desain survei observasional dengan pendekatan cross-sectional, hasil penelitian menunjukkan hubungan statistik antarvariabel dan tidak dapat diinterpretasikan sebagai hubungan sebab-akibat.
Copyrights © 2026