Meningkatnya penggunaan media sosial telah memperkuat perilaku perbandingan diri yang dilakukan secara berulang, yang berpotensi menimbulkan kelelahan psikologis. Kondisi ini secara konseptual berbeda dari social comparison maupun social media fatigue. Untuk mengatasi belum tersedianya instrumen pengukuran yang spesifik, penelitian ini mengembangkan Digital Self-Comparison Fatigue Scale (DSCFS) dan menganalisis sifat psikometriknya menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) melalui Graded Response Model (GRM). Penelitian kuantitatif ini melibatkan 202 pengguna aktif media sosial di Indonesia yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Analisis psikometrik meliputi validitas isi menggunakan Aiken's V, konsistensi internal menggunakanCronbach's Alpha dan McDonald's Omega, pengujian asumsi IRT, kecocokan butir (item fit), parameter daya beda (discrimination), parameter ambang (threshold), serta fungsi informasi tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas isi yang memadai dan konsistensi internal yang baik. Instrumen secara umum memenuhi asumsi IRT, dan sebagian besar butir menunjukkan karakteristik psikometrik yang memadai, meskipun beberapa butir masih memerlukan penyempurnaan. Fungsi informasi tes menunjukkan bahwa DSCFS memberikan ketepatan pengukuran yang optimal pada rentang karakteristik laten yang mewakili sebagian besar responden. Temuan ini menunjukkan bahwa DSCFS memiliki sifat psikometrik yang memadai sehingga dapat digunakan sebagai instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur Digital Self-Comparison Fatigue pada pengguna media sosial di Indonesia
Copyrights © 2026