Maulidina , Nena Dwi Cahya
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Digital Self-Comparison Fatigue Scale (DSCFS): Analisis Psikometrik Menggunakan Graded Response Model Maulidina , Nena Dwi Cahya
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/f56zf362

Abstract

Meningkatnya penggunaan media sosial telah memperkuat perilaku perbandingan diri yang dilakukan secara berulang, yang berpotensi menimbulkan kelelahan psikologis. Kondisi ini secara konseptual berbeda dari social comparison maupun social media fatigue. Untuk mengatasi belum tersedianya instrumen pengukuran yang spesifik, penelitian ini mengembangkan Digital Self-Comparison Fatigue Scale (DSCFS) dan menganalisis sifat psikometriknya menggunakan pendekatan Item Response Theory (IRT) melalui Graded Response Model (GRM). Penelitian kuantitatif ini melibatkan 202 pengguna aktif media sosial di Indonesia yang dipilih dengan teknik convenience sampling. Analisis psikometrik meliputi validitas isi menggunakan Aiken's V, konsistensi internal menggunakanCronbach's Alpha dan McDonald's Omega, pengujian asumsi IRT, kecocokan butir (item fit), parameter daya beda (discrimination), parameter ambang (threshold), serta fungsi informasi tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas isi yang memadai dan konsistensi internal yang baik. Instrumen secara umum memenuhi asumsi IRT, dan sebagian besar butir menunjukkan karakteristik psikometrik yang memadai, meskipun beberapa butir masih memerlukan penyempurnaan. Fungsi informasi tes menunjukkan bahwa DSCFS memberikan ketepatan pengukuran yang optimal pada rentang karakteristik laten yang mewakili sebagian besar responden. Temuan ini menunjukkan bahwa DSCFS memiliki sifat psikometrik yang memadai sehingga dapat digunakan sebagai instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur Digital Self-Comparison Fatigue pada pengguna media sosial di Indonesia