Rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas VII di kelas inklusif disebabkan oleh metode pengajaran berbasis ceramah yang tidak mengakomodasi kebutuhan visual siswa dengan gangguan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran yang dibedakan menggunakan lembar kerja yang dimodifikasi serta meningkatkan prestasi matematika terkait hubungan sudut dan kesebangunan. Dengan menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan McTaggart, penelitian ini dilakukan selama dua siklus dengan 16 siswa di SMP Negeri 1 Sungai Tubu, dengan memilih empat siswa sasaran melalui pengambilan sampel purposif. Data awal menunjukkan rata-rata kelas sebesar 67,1 dengan penguasaan klasik sebesar 43,75%, sedangkan siswa dengan gangguan pendengaran memperoleh nilai 55. Pada Siklus I, lembar kerja yang dimodifikasi dengan infografis dan kode warna meningkatkan rata-rata kelas menjadi 71,4 (tingkat penguasaan 68,75%) dan nilai siswa dengan gangguan pendengaran menjadi 59. Penyempurnaan pada Siklus II—termasuk penempatan di baris depan dan petunjuk berupa diagram alur—semakin meningkatkan rata-rata kelas menjadi 79,5 (tingkat penguasaan 87,5%). Secara individu, semua subjek sasaran melampaui ambang batas penguasaan (KKM 68), dengan nilai akhir 94 (kemampuan tinggi), 83 (kemampuan sedang), 72 (kemampuan rendah), dan 72 untuk siswa dengan gangguan pendengaran. Dengan demikian, lembar kerja yang dimodifikasi berbasis visual dalam pembelajaran yang dibedakan secara efektif meningkatkan hasil pembelajaran matematika dalam lingkungan inklusif.
Copyrights © 2026