Jurnal Farmasi Klinik Indonesia
Vol 15, No 2 (2026)

Hubungan Intensitas Merokok dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis Paru di RSUD Kota Banjar

Auliadewi, Hera (Unknown)
Rahayuningsih, Nur (Unknown)
Salasanti, Citra Dewi (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Tuberkulosis (TB) hingga saat ini masih menjadi salah satu penyakit infeksi yang memberikan dampak besar terhadap kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia. Selain mengganggu kondisi fisik, penyakit ini juga dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya, terutama pada individu yang memiliki kebiasaan merokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas merokok dan kualitas hidup pasien TB paru yang menjalani pengobatan di RSUD Kota Banjar. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain potong lintang. Intensitas merokok diukur menggunakan kuesioner Global Adult Tobacco Survey (GATS) dan dihitung berdasarkan Indeks Brinkman, sedangkan kualitas hidup dinilai menggunakan instrumen Functional Assessment of Chronic Illness Therapy–Tuberculosis (FACIT-TB). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Sebanyak 42 pasien TB paru perokok aktif yang memenuhi kriteria penelitian dilibatkan pada periode Januari–Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perokok sedang merupakan kelompok terbanyak, yaitu 19 responden (45%), diikuti perokok berat sebanyak 17 responden (40%). Sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kategori buruk sebanyak 19 orang (45%) dan sangat buruk sebanyak 13 orang (31%), terutama pada domain fisik dan emosional. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara intensitas merokok dan kualitas hidup pasien TB paru (p=0,001; r=-0,487). Nilai korelasi tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi intensitas merokok, semakin rendah kualitas hidup pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi program berhenti merokok dalam pelayanan TB guna meningkatkan kualitas hidup pasien.Kata kunci: intensitas merokok, kualitas hidup, tuberkulosis paruAssociation of Smoking Intensity on Quality of Life Among Patients with Pulmonary TuberculosisAbstractTuberculosis (TB) remains one of the infectious diseases that poses a major public health burden worldwide. In addition to affecting physical health, the disease can also reduce patients’ quality of life, particularly among individuals with smoking habits. This study aimed to analyze the relationship between smoking intensity and quality of life among pulmonary TB patients receiving treatment at RSUD Kota Banjar. An analytical observational method with a cross-sectional design was employed. Smoking intensity was assessed using the Global Adult Tobacco Survey (GATS) questionnaire and categorized based on the Brinkman Index, while quality of life was evaluated using the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy–Tuberculosis (FACIT-TB) instrument. Data were analyzed using Spearman’s correlation test. A total of 42 active-smoking pulmonary TB patients who met the inclusion criteria were enrolled between January and March 2026. The results showed that moderate smokers constituted the largest group, accounting for 19 respondents (45%), followed by heavy smokers with 17 respondents (40%). Most respondents had poor quality of life (19 patients, 45%) and very poor quality of life (13 patients, 31%), particularly in the physical and emotional domains. Statistical analysis revealed a significant relationship between smoking intensity and quality of life among pulmonary TB patients (p=0.001; r=-0.487). The negative correlation indicates that higher smoking intensity is associated with lower quality of life. These findings highlight the importance of integrating smoking cessation programs into TB care to improve patients’ quality of life.Keywords: pulmonary tuberculosis, quality of life, smoking intensity

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ijcp

Publisher

Subject

Description

Indonesian Journal of Clinical Pharmacy (IJCP) is a scientific publication on all aspect of clinical pharmacy. It published 4 times a year by Clinical Pharmacy Master Program Universitas Padjadjaran to provide a forum for clinicians, pharmacists, and other healthcare professionals to share best ...