Terminal bandara merupakan fasilitas publik yang harus memberikan kenyamanan termal dan kualitas udara yang baik bagi penumpang maupun petugas. Pengelolaan sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) secara manual berpotensi menyebabkan ketidaksesuaian suhu, pemborosan energi, dan kurang optimalnya pemantauan kualitas udara. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem monitoring dan kendali HVAC berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lingkungan terminal bandara. Sistem menggunakan sensor DHT22 untuk mengukur suhu dan kelembapan, sensor MQ-135 untuk memantau kualitas udara, mikrokontroler ESP32 sebagai pengolah data, serta aplikasi MIT App Inventor sebagai antarmuka pengguna. Sistem mampu melakukan monitoring secara real-time serta pengendalian HVAC secara otomatis maupun jarak jauh. Hasil pengujian menunjukkan keberhasilan pengiriman data dan kendali sebesar 100%, dengan rata-rata waktu pembaruan data 2,17 detik dan waktu respons kendali 1,23 detik. AC aktif otomatis saat suhu melebihi 27°C, sedangkan exhaust fan bekerja ketika kualitas udara melebihi 150 ppm. Sistem mampu menjaga suhu ruangan pada kisaran 26,2–26,99°C sesuai standar kenyamanan terminal bandara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem HVAC berbasis IoT dapat mendukung penerapan konsep Smart Airport secara efektif dan efisien..
Copyrights © 2026