Pembelajaran tari tradisional dapat menjadi sarana seni yang mendukung partisipasi anak berkebutuhan khusus dalam pendidikan anak usia dini inklusif, tetapi pelaksanaannya memerlukan penyesuaian dengan kemampuan individu. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan pembelajaran tari tradisional, mengidentifikasi tantangan guru, serta menganalisis strategi peningkatan partisipasi anak berkebutuhan khusus pada satu lembaga pendidikan anak usia dini inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan kepala sekolah dan guru kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dilakukan melalui pemanasan, demonstrasi, peniruan, pengulangan, pendampingan individu, penyederhanaan gerakan, dan penghargaan. Guru menghadapi perbedaan kemampuan dalam memahami instruksi, mengingat urutan, mempertahankan fokus, dan mengoordinasikan gerakan dengan melakukan modifikasi gerakan, tempo, dan tingkat kesulitan. Kebaruan penelitian terletak pada penerapan pembelajaran tari tradisional yang adaptif dalam mendukung partisipasi anak berkebutuhan khusus. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan praktik pembelajaran inklusif yang partisipatif dan responsif terhadap kebutuhan individual anak.
Copyrights © 2026