Kemandirian merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu dibangun melalui pengalaman dan rutinitas kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran guru dalam menumbuhkan kemandirian anak melalui aktivitas berpakaian, makan, dan merapikan barang di RA Al-Hidayah, UIN Walisongo Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan guru kelas dan anak sebagai informan utama. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menumbuhkan kemandirian melalui keteladanan, pertanyaan pemancing, scaffolding, penguatan positif, dan kolaborasi dengan keluarga. Anak secara konsisten menunjukkan perilaku mandiri, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan dalam rutinitas harian, seperti merapikan barang dan membersihkan tumpahan secara mandiri. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi interaksi dialogis selama rutinitas dengan sinergi sekolah dan keluarga. Temuan ini memperkuat praktik pendidikan anak usia dini dalam mengembangkan kemandirian, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.
Copyrights © 2026