Pabrik garam Anus Messakh merupakan usaha garam lokal yang masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan aktivitas usaha, terutama pada aspek produksi, pengemasan, pemasaran, distribusi, dan pencatatan biaya. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya penciptaan nilai tambah dan daya saing usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi rantai nilai (value chain) melalui pendekatan manajemen biaya dalam upaya menciptakan keunggulan kompetitif pada Pabrik Garam Anus Messakh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik, karyawan, pelanggan, pemerintah desa, dan masyarakat. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas rantai nilai telah mencakup aktivitas primer dan aktivitas pendukung, tetapi masih dijalankan secara sederhana dan belum terintegrasi secara optimal. Aktivitas primer memiliki kekuatan pada kualitas produk, penggunaan sumber daya lokal, dan hubungan langsung dengan pelanggan, namun masih lemah pada kapasitas produksi, pengemasan, pemasaran, dan perluasan distribusi. Aktivitas pendukung masih terbatas pada teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur, dan sistem pencatatan biaya. Pendekatan manajemen biaya diterapkan melalui efisiensi, pengendalian, dan penghindaran biaya secara praktis berdasarkan pengalaman pemilik, tetapi belum didukung pencatatan biaya yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan kompetitif usaha masih bertumpu pada efisiensi biaya dan sumber daya lokal. Penguatan pencatatan biaya, perbaikan pengemasan, peningkatan efisiensi produksi, dan perluasan distribusi menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan
Copyrights © 2026