Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Rantai Nilai (Value Chain) untuk keunggulan Kompetitif Melalui Pendekatan Manajemen Biaya: Studi Kasus Pada Pabrik Garam Anus Messakh Di Nesam, Desa Manumain A, Kecamatan Insana, Kabupaten Timur Tengah utara Maria Magdalena Bere; Maria P.L Muga; Yemima Eka Christi Windya
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4147

Abstract

Pabrik garam Anus Messakh merupakan usaha garam lokal yang masih menghadapi keterbatasan dalam pengelolaan aktivitas usaha, terutama pada aspek produksi, pengemasan, pemasaran, distribusi, dan pencatatan biaya. Kondisi tersebut berdampak pada belum optimalnya penciptaan nilai tambah dan daya saing usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi rantai nilai (value chain) melalui pendekatan manajemen biaya dalam upaya menciptakan keunggulan kompetitif pada Pabrik Garam Anus Messakh. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik, karyawan, pelanggan, pemerintah desa, dan masyarakat. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas rantai nilai telah mencakup aktivitas primer dan aktivitas pendukung, tetapi masih dijalankan secara sederhana dan belum terintegrasi secara optimal. Aktivitas primer memiliki kekuatan pada kualitas produk, penggunaan sumber daya lokal, dan hubungan langsung dengan pelanggan, namun masih lemah pada kapasitas produksi, pengemasan, pemasaran, dan perluasan distribusi. Aktivitas pendukung masih terbatas pada teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur, dan sistem pencatatan biaya. Pendekatan manajemen biaya diterapkan melalui efisiensi, pengendalian, dan penghindaran biaya secara praktis berdasarkan pengalaman pemilik, tetapi belum didukung pencatatan biaya yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan kompetitif usaha masih bertumpu pada efisiensi biaya dan sumber daya lokal. Penguatan pencatatan biaya, perbaikan pengemasan, peningkatan efisiensi produksi, dan perluasan distribusi menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan