Pendidikan merupakan hak fundamental bagi setiap anak karena melalui pendidikan seseorang dapat mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas hidup, serta berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Namun, fenomena putus sekolah masih menjadi masalah serius, khususnya di wilayah pedesaan. Faktor penyebab putus sekolah dapat berasal dari aspek internal, seperti rendahnya motivasi dan minat belajar, maupun eksternal, seperti keterbatasan ekonomi, rendahnya pendidikan orang tua, jarak sekolah yang jauh, serta faktor budaya seperti pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan guna menekan angka putus sekolah di Desa Mimbala. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi berupa pemaparan materi dan diskusi interaktif yang melibatkan siswa, orang tua, guru, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan, memotivasi siswa untuk melanjutkan sekolah, serta mendorong kolaborasi antara sekolah dan pemerintah desa. Meskipun demikian, tantangan berupa keterbatasan ekonomi dan budaya pernikahan dini masih perlu diperhatikan. Dengan demikian, sosialisasi dapat dijadikan strategi efektif untuk mengurangi angka putus sekolah di pedesaan.
Copyrights © 2025