Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUATAN PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI LINGKUNGAN MULTIBAHASA PADA SISWA SD NEGERI 4 SONI Firnandha; Adinda Dwiutari; Desitriani; Yolpi Wukungsenggo
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i1.1265

Abstract

This community service activity aims to strengthen the use of Indonesian in a multilingual environment, especially among students of SD Negeri 4 Soni, South Dampal District. The background of this activity is the low Indonesian language skills due to the dominance of regional languages ​​​​in everyday communication. Strengthening is carried out through the Real Work Lecture (KKN) program of students at Madako University Tolitoli with an interactive approach, communication habits, and the creation of simple learning media. The implementation method includes five strategic stages, namely initial observation, socialization and motivation, interactive learning, creation of learning media, and evaluation and reflection. The results of this activity show an increase in students' reading and writing skills, as well as the growth of positive attitudes towards improving Indonesian. The evaluation shows that reading skills increased from 60% to 80% and writing skills increased from 70% to 85%. In addition, the use of Indonesian language increased significantly in teaching and learning activities. This activity proves that a participatory and contextual approach can form a language ecosystem that supports the strengthening of national identity through language. This program also contributes to shaping students' character, as well as preserving the function of Indonesian amidst the diversity of regional languages.
KEMAMPUAN MENULIS TEKS PROSEDUR KOMPLEKS SISWA KELAS XI-2 OTKP SMK NEGERI I MANADO Yolpi Wukungsenggo
Jurnal Teknologi Pendidikan Madako Vol 2 No 1 (2023): JTP MADAKO : JURNAL TEKNOLOGI PENDIDIKAN MADAKO
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks prosedur kompleks siswa kelas XI-2 OTKP SMK Negeri 1 Manado tahun pelajaran 2020/2021. Subjek penelitian yang dikenai tindakan adalah siswa kelas XI-2 OTKP SMK Negeri 1 Manado yang berjumlah 15 siswa. Model penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur pelaksanaan tindakan dan implementasi tindakan di lokasi penelitian terbagi dalam dua siklus. Tiap-tiap siklus dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan menulis teks prosedur Data diperoleh melalui (1) angket, (2) catatan lapangan, dan (3) dokumentasi yang berupa tugas-tugas siswa dan foto kegiatan selama penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik deskripsi kualitatif. Kriteria keberhasilan yang dicapai siswa dalam penelitian ini dilihat dari adanya perubahan ke arah yang lebih baik dan meningkatnya tindak belajar serta hasil dalam praktik menulis teks prosedur kompleks. Keberhasilan ini dilihat dari dua kriteria yaitu keberhasilan proses dan produk. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. Pertama mampu meningkatkan taraf proses pembelajaran menulis teks prosedur kompleks. Adanya peningkatan proses di aspek situasi belajar, fokus siswa, dan keaktifan, menjadikan perubahan positif sehingga menjadikan pembelajaran menulis teks prosedur lebih memikat dan memuaskan. Kedua, pembelajaran menulis teks prosedur dengan meningkatkan hasil kemampuan menulis teks prosedur. Hal ini terlihat dari skor rata-rata keterampilan menulis teks prosedur sebelum diberi tindakan adalah 51,13% sedangkan setelah diberi tindakan siklus II skor rata-rata menjadi 92,30%. Hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 41,17%. Secara keseluruhan pada akhir siklus II semua aspek dan kriteria menulis teks prosedur mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan hasil penelitian di atas, diketahui bahwa siswa berhasil dalam meningkatkan kemapuan menulis teks prosedur kompleks siswa kelas XI-2 OTKP SMK Negeri 1 Manado
LOCATING THE SCAFFOLD: WHERE VISUAL SEQUENCING ACTS ON ADOLESCENT POETRY WRITING A Two-Cycle Classroom Action Research Test Of The Pre-Writing Offloading Account Yolpi Wukungsenggo; Ikbal Ikbal; Pernandi M. Pasinggo
Tolis Ilmiah : Jurnal Penelitian Vol 8 No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tolis.v8i1.1715

Abstract

Poetry concentrates compositional demand in the pre-writing stage, where imagery, mood, and diction must be generated before a single line is committed. This study asks not whether the Picture and Picture cooperative model raises poetry-writing attainment but where in the composing process it acts. Drawing on capacity and generative-learning accounts, it advances an offloading hypothesis: arranging an ordered image sequence externalises the generating and organising sub-processes of planning, freeing verbal working memory for translation and review. Two action research cycles were conducted with an intact Grade X class of 21 students in Tolitoli, Central Sulawesi. The design isolates the mechanism by holding every procedural element constant across cycles except the sequencing and justification step, extended in Cycle II. Attainment against the school criterion of 75 rose from 28.6% at baseline to 71.4% in Cycle I and 90.5% in Cycle II, and the class mean rose from 70.5 to 80.5 between cycles, T = 186.0, p < .001, dz = 1.22. Two findings bear on mechanism rather than magnitude. Learners furthest below the criterion gained more than twice as much as those already above it (17.5 versus 7.0 points, U = 74.0, p = .023), the pattern predicted if the scaffold relieves a generative bottleneck rather than adding motivation. The Cycle I distribution was also discontinuous, with no scores across a ten-point interval below the criterion, consistent with a threshold effect. The study repositions visual sequencing as a targeted pre-writing scaffold and specifies the evidence a mechanism claim in this literature must meet.
SOSIALISASI PENTINGNYA PENDIDIKAN DALAM MENGURANGI ANGKA PUTUS SEKOLAH DI DESA MIMBALA Nur Shafika; Sitti Zahrah; Yolpi Wukungsenggo
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i3.1399

Abstract

Pendidikan merupakan hak fundamental bagi setiap anak karena melalui pendidikan seseorang dapat mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas hidup, serta berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Namun, fenomena putus sekolah masih menjadi masalah serius, khususnya di wilayah pedesaan. Faktor penyebab putus sekolah dapat berasal dari aspek internal, seperti rendahnya motivasi dan minat belajar, maupun eksternal, seperti keterbatasan ekonomi, rendahnya pendidikan orang tua, jarak sekolah yang jauh, serta faktor budaya seperti pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan guna menekan angka putus sekolah di Desa Mimbala. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi berupa pemaparan materi dan diskusi interaktif yang melibatkan siswa, orang tua, guru, dan perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pendidikan, memotivasi siswa untuk melanjutkan sekolah, serta mendorong kolaborasi antara sekolah dan pemerintah desa. Meskipun demikian, tantangan berupa keterbatasan ekonomi dan budaya pernikahan dini masih perlu diperhatikan. Dengan demikian, sosialisasi dapat dijadikan strategi efektif untuk mengurangi angka putus sekolah di pedesaan.