Latar Belakang: Bencana tanah longsor dapat menimbulkan berbagai dampak, salah satunya adalah dampak psikologis berupa Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), terutama pada kelompok lansia yang lebih rentan mengalami gangguan tersebut akibat penurunan fungsi biologis dan psikologis pada proses penuaan. Penanganan PTSD dapat dilakukan secara non farmakologis, salah satunya dengan terapi musik gamelan. Musik gamelan laras slendro memiliki ketukan yang lembut dan menenangkan sehingga dapat memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah, meningkatkan endorfin, serta menyeimbangkan gelombang otak yang memberikan efek relaksasi sehingga dapat menurunkan gejala PTSD. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik gamelan pada lansia yang mengalami PTSD pasca bencana longsor di Dukuh Miren Desa Tempur Kecamatan Keling. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif pre experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling terhadap 37 lansia yang mengalami PTSD, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen PCL-5 (PTSD Checklist for DSM-5). Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata skor PTSD sebelum diberikan terapi musik gamelan sebesar 40,59 menurun menjadi 25,00 setelah diberikan terapi. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test diperoleh nilai Z = -5,307 dengan p value 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan terapi musik gamelan terhadap penurunan gejala PTSD pada lansia pasca bencana longsor di Dukuh Miren Desa Tempur Kecamatan Keling. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa gejala PTSD yang dialami oleh lansia pasca bencana longsor di Dukuh Miren Desa Tempur Kecamatan Keling menurun setelah diberikan terapi musik gamelan.
Copyrights © 2026