Urban Farming merupakan praktik menanam tanaman di area perkotaan yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan. Namun, Urban Farming memiliki kekurangan, terutama keterbatasan waktu penduduk kota untuk merawat tanaman. Oleh karena itu, Smart Urban Farming berbasis Internet of Things (IoT) menjadi solusi melalui sistem pertanian presisi yang memungkinkan penyiraman otomatis dan pemantauan real-time. Sistem menggunakan sensor DHT22 untuk suhu dan kelembapan lingkungan, soil moisture untuk kelembapan media tanam, sensor pH untuk pH media tanam, dan TDS untuk jumlah padatan terlarut dalam air. Sensor-sensor ini terhubung dengan microcontroller ESP32. Sistem informasi dirancang menggunakan model Waterfall, meliputi observasi, pendefinisian kebutuhan, desain sistem (ERD, DFD, wireframe), implementasi, dan unit testing. Aplikasi Blynk berbasis Android digunakan untuk akses mudah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kebutuhan SRC terpenuhi, PIECES existing dapat diatasi, dan sensor serta sistem keseluruhan telah terverifikasi serta tervalidasi. Sistem informasi memenuhi uji fungsionalitas dengan menyediakan informasi real-time, penyiraman otomatis, dan notifikasi kebutuhan nutrisi tanaman.
Copyrights © 2026