Penentuan dosis bahan kimia pada instalasi pengolahan air minum di Indonesia umumnya masih bergantung pada pengalaman operator sehingga berpotensi menimbulkan inkonsistensi kualitas pengolahan antar shift. Penelitian ini mengembangkan modul Sistem Pendukung Keputusan berbasis web pada sistem operasional PT Adaro Tirta Brayan, instalasi berkapasitas 500 liter per detik yang mengolah air baku Sungai Deli. Sistem mengintegrasikan metode Fuzzy Inference System Mamdani berkonsekuen singleton untuk rekomendasi dosis PAC, klorin, dan soda ash, serta metode Weighted Moving Average (WMA) untuk prediksi kualitas air baku dua jam ke depan dan kebutuhan dosis bulanan. Sistem dibangun menggunakan Laravel 11, Livewire, dan MariaDB, lalu dievaluasi menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terhadap 5.472 data shift operasional periode April 2025 hingga Juni 2026. Pengujian menghasilkan bobot WMA [1, 3, 30] untuk prediksi air baku dan [1, 1, 20] untuk prediksi dosis bulanan. Hasil evaluasi menunjukkan MAPE rekomendasi Fuzzy Mamdani sebesar 11,28% untuk PAC dan 12,86% untuk klorin. Prediksi WMA menghasilkan MAPE pH 1,04%, TDS 8,10%, dan turbiditas 32,86%, sedangkan prediksi dosis bulanan menghasilkan MAPE PAC 8,71% dan klorin 23,4%. Integrasi kedua metode mampu menyediakan acuan kuantitatif bagi operator dan mendukung perencanaan kebutuhan bahan kimia secara lebih terukur.
Copyrights © 2026