Pendahuluan: Mahasiswa rantau rentan mengalami masalah kesehatan mental, salah satunya depresi yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dukungan keluarga. Dukungan keluarga berperan sebagai sistem pendukung yang dapat membantu individu dalam menghadapi tekanan akademik dan sosial selama menjalani kehidupan jauh dari keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada mahasiswa rantau di Universitas X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 122 responden yang merupakan mahasiswa rantau di Universitas X. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik (82,0%), dan sebagian besar mengalami depresi pada kategori depresi sedang (36,1%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi dengan nilai p = 0,001 (≤ 0,05) dan koefisien korelasi r = -0,291 yang berarti korelasi lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada mahasiswa rantau di Universitas X, dengan kekuatan hubungan yang lemah. Oleh karena itu, dukungan keluarga tetap dipertahankan sebagai salah satu upaya dalam menurunkan risiko depresi pada mahasiswa rantau.
Copyrights © 2026