Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, yang ditandai dengan terhambatnya pertumbuhan fisik anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Patuk I Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 24-59 bulan di lima dusun wilayah Puskesmas Patuk I. Sampel berjumlah 70 balita (35 kasus dan 35 kontrol) yang diambil menggunakan teknik total sampling untuk kasus dan simple random sampling untuk kontrol. Data dikumpulkan melalui pengukuran TB/U dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki tingkat pendidikan menengah (48,6%) dan menerapkan pola asuh kategori baik (55,7%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pendidikan ibu (p=0,006) dan pola asuh orang tua (p=0,002) dengan kejadian stunting. Kesimpulannya, pendidikan ibu yang memadai dan penerapan pola asuh yang baik berperan penting dalam menurunkan risiko stunting pada balita
Copyrights © 2026