Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep diri cosplayer di Kota Pekanbaru, khususnya pada komunitas HyperCosu, serta faktor yang mendorong informan menjadi cosplayer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori looking-glass self Charles Horton Cooley. Informan berjumlah enam orang cosplayer yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri cosplayer terbentuk melalui pandangan orang lain, penilaian sosial, serta respons audiens dan komunitas. Konsep diri yang terbentuk cenderung positif, ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri, keberanian tampil, kemampuan berekspresi, dan keterbukaan sosial. Motivasi menjadi cosplayer meliputi hobi, ketertarikan pada karakter fiksi, ekspresi diri, pertemanan, apresiasi sosial, pengembangan keterampilan, peluang ekonomi kreatif, dan kebutuhan melepas stres. Temuan ini menunjukkan bahwa cosplay berperan dalam pembentukan identitas dan konsep diri generasi muda dalam budaya populer.
Copyrights © 2026