Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis makna teologis dari perkataan Tetelestai dalam Yohanes 19:30 serta menelaah implikasi kehidupan berdosa para pemimpin rohani di Gereja Borneo Evangelical Mission (BEM) Sarawak. Permasalahan berangkat dari ketegangan antara deklarasi Yesus tentang penyelesaian karya keselamatan dan realitas moral sebagian pelayan Tuhan yang hidup dalam dosa, baik secara terbuka maupun tersembunyi. Kajian ini menggunakan pendekatan analisis makna biblis terhadap Tetelestai, dikombinasikan dengan telaah teologis dan studi kasus kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tetelestai bukan sekadar pernyataan akhir, melainkan deklarasi kemenangan yang menuntut kehidupan kudus, khususnya dari para pemimpin rohani. Fenomena hidup dalam dosa oleh pelayan Tuhan berimplikasi serius terhadap pemahaman jemaat mengenai karya penebusan Kristus, yang dapat melemahkan iman sekaligus merusak integritas pelayanan. Dengan demikian, kontribusi artikel ini adalah menegaskan kembali pentingnya integritas pelayanan sebagai refleksi dari karya Kristus yang telah diselesaikan serta panggilan bagi pertobatan dan pembaruan hidup dalam tubuh Kristus.
Copyrights © 2025