Penelitian ini membahas konsep gereja sebagai tubuh Kristus dalam 1 Korintus 12 dengan menitikberatkan pada makna kesatuan di tengah keberagaman jemaat. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana Rasul Paulus memahami relasi antara keberagaman karunia rohani dan kesatuan gereja dalam konteks jemaat Korintus yang mengalami perpecahan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan makna teologis metafora tubuh Kristus serta relevansinya bagi kehidupan gereja masa kini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode eksegesis biblika terhadap teks 1 Korintus 12. Analisis dilakukan melalui kajian konteks historis jemaat Korintus, penelaahan struktur teks, serta studi terhadap istilah-istilah penting dalam bahasa Yunani yang berkaitan dengan konsep tubuh dan kesatuan. Penelitian ini juga didukung oleh studi kepustakaan dari berbagai sumber teologi Paulus dan ekklesiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus menggunakan metafora tubuh untuk menegaskan bahwa gereja merupakan satu kesatuan yang terdiri dari berbagai anggota dengan fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Keberagaman karunia rohani dipahami sebagai anugerah Allah yang diberikan untuk membangun jemaat, bukan sebagai alasan perpecahan. Selain itu, Kristus dipahami sebagai kepala gereja yang menjadi pusat kehidupan dan arah pelayanan jemaat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep gereja sebagai tubuh Kristus menekankan pentingnya kesatuan, ketergantungan antaranggota, serta kepemimpinan Kristus dalam kehidupan gereja. Pemahaman ini relevan bagi gereja masa kini dalam membangun solidaritas, kerja sama, dan kesaksian iman di tengah keberagaman.
Copyrights © 2026