Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh kepemimpinan digital, etis, dan inklusif terhadap efektivitas kepemimpinan abad ke-21, dengan motivasi kerja sebagai variabel moderasi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA, yang mensintesis 35 artikel ilmiah dari tahun 2013–2024. Proses seleksi melibatkan database Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan Garuda, serta alat seperti Zotero dan Rayyan AI. Temuan utama menunjukkan bahwa ketiga gaya kepemimpinan tersebut berkontribusi signifikan terhadap efektivitas kepemimpinan dan outcome-karyawan. Kepemimpinan digital mengembangkan dynamic capabilities organisasi (El Sawy & Pavlou, 2011) (scirp.org), kepemimpinan etis memperkuat kepercayaan dan moralitas kerja (Brown et al., 2005) (pure.psu.edu), dan kepemimpinan inklusif menaikkan keterlibatan lintas demografi. Motivasi kerja terbukti memperkuat efek hubungan antara gaya kepemimpinan dan efektivitas. Hasil ini menawarkan model konseptual integratif yang menggabungkan orientasi teknologi, nilai moral, dan keberagaman, serta menegaskan pentingnya kondisi motivasional karyawan dalam kelancaran implementasi kepemimpinan abad ke-21. Penelitian ini memberi kontribusi pada pengembangan teori kepemimpinan modern dengan menyediakan kerangka yang dapat dites secara empiris dalam studi lanjut.
Copyrights © 2025