The phenomenon of fun running in Tulungagung has developed as part of an urban lifestyle that is oriented not only toward health but also toward social expression and identity. This study aims to analyze how digital performativity contributes to the construction of collective identity within the Friday Running Community in Tulungagung. This study employed a virtual ethnographic approach, with data collected through field and digital observations, interviews, and documentation. The research was conducted from May to June 2025 and involved three community members as informants, one of whom was active as a content creator. Digital observation focused on the Instagram account @friday_running. The findings show that community members' performativity operates through the interconnection between running activities in physical spaces and their representation in digital spaces. The use of sports fashion and accessories, activity documentation, and social media publications constitute performative practices through which community identity is constructed. These practices are not homogeneous; members demonstrate diverse motivations, ranging from health and enjoyment to the pursuit of visibility and self-representation. Social media functions as a representational space that strengthens interaction and collective identity. Ultimately, this study demonstrates that community identity is continuously produced and negotiated through the relationship between physical social practices and digital representations. Fenomena fun running di Tulungagung berkembang sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat urban, yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan, tetapi juga menjadi ruang ekspresi sosial dan identitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana performativitas digital berperan dalam pembentukan identitas kolektif Friday Running Community di Tulungagung. Penelitian menggunakan pendekatan etnografi virtual dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan dan digital, wawancara, serta dokumentasi. Penelitian dilakukan selama Mei–Juni 2025 dengan melibatkan tiga informan anggota komunitas, satu di antaranya juga aktif sebagai content creator. Observasi digital difokuskan pada akun Instagram @friday_running. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performativitas anggota komunitas berlangsung melalui keterhubungan antara aktivitas lari di ruang fisik dan representasi di ruang digital. Penggunaan fashion dan aksesori olahraga, dokumentasi kegiatan, serta publikasi melalui media sosial menjadi bagian dari praktik performatif yang membentuk identitas komunitas. Praktik tersebut tidak berlangsung secara homogen — anggota memiliki motivasi beragam, mulai dari kesehatan, kesenangan, relasi sosial, hingga kebutuhan akan eksistensi dan representasi diri. Media sosial bertransformasi menjadi ruang representasi yang memperkuat interaksi dan identitas kolektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa identitas komunitas fun running terus diproduksi dan dinegosiasikan melalui hubungan antara praktik sosial di ruang fisik dan representasi di ruang digital.
Copyrights © 2026