EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Vol. 6 No. 3 (2026)

EVALUATION OF THE MORAL AGREEMENT MODEL TO IMPROVE PERFORMANCE AND WORK CULTURE AT THE AL-BAHJAH CIREBON FOUNDATION

Faizatulatifah Faizatulatifah (Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, Indonesia)
Fadia Nurfazriah (Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, Indonesia)



Article Info

Publish Date
07 Sep 2026

Abstract

ABSTRACT This study examines the implementation of the moral agreement at Yayasan Al-Bahjah Cirebon by positioning moral values as part of organizational practice rather than merely as written rules. The evaluation was directed at examining how organizational needs, resource support, implementation, and outcomes are interconnected through the CIPP (Context, Input, Process, Product) model. A qualitative approach with a case study design was employed, involving five key informants selected through purposive sampling based on their involvement in organizational implementation and management. Data were collected through in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs), participatory observation, and organizational document review, and were subsequently analyzed thematically and mapped onto the four dimensions of CIPP. The findings indicate that implementation was supported by the need for shared behavioral guidelines, the presence of the Manhajiah Pejuang, personnel guidelines, and organizational resources. At the process stage, the guidelines were applied in work activities and interactions, although consistency of implementation and member involvement varied. At the product stage, reported improvements were identified in individual performance, changes in work culture, more directed work behavior, and a more conducive work environment. These findings position the moral agreement as an evaluative and organizational instrument whose sustainability depends on consistent implementation and member involvement. ABSTRAK Penelitian ini menelaah pelaksanaan moral agreement di Yayasan Al-Bahjah Cirebon dengan menempatkan nilai moral sebagai bagian dari praktik organisasi, bukan sekadar aturan tertulis. Evaluasi diarahkan untuk melihat bagaimana kebutuhan organisasi, dukungan sumber daya, pelaksanaan, dan hasilnya saling terhubung melalui model CIPP (Context, Input, Process, Product). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus, melibatkan lima informan kunci yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan mereka dalam implementasi dan pengelolaan organisasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi partisipatif, dan telaah dokumen organisasi, kemudian dianalisis secara tematik dan dipetakan ke dalam empat dimensi CIPP. Temuan memperlihatkan bahwa implementasi didukung oleh kebutuhan akan pedoman perilaku bersama, keberadaan Manhajiah Pejuang, pedoman personalia, serta dukungan sumber daya organisasi. Pada tahap proses, pedoman telah digunakan dalam aktivitas dan interaksi kerja, meskipun konsistensi penerapan dan keterlibatan anggota masih beragam. Pada tahap produk, ditemukan laporan mengenai perbaikan kinerja individu, perubahan budaya kerja, perilaku kerja yang lebih terarah, dan lingkungan kerja yang lebih kondusif. Temuan ini menempatkan moral agreement sebagai instrumen evaluatif dan organisatoris yang keberlanjutannya bergantung pada konsistensi penerapan serta keterlibatan anggota.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

educator

Publisher

Subject

Education Other

Description

EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan ...