Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder associated with increased inflammatory activity and contributes to the development of cardiovascular complications. High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) serves as an inflammatory marker to evaluate low-grade systemic inflammation. Accurate specimen selection is crucial for analytical validity. This study aims to compare hs-CRP levels measured by Fluorescence Immunoassay (FIA) between serum and EDTA plasma specimens in patients with diabetes mellitus. An observational comparative study with a cross-sectional design was conducted using 20 paired serum and EDTA plasma samples from diabetes mellitus patients at Haji General Hospital, East Java Province, in March 2026. hs-CRP levels were measured using the FIA method. The mean hs-CRP concentration in serum was ( ) and in EDTA plasma was ( ). The Wilcoxon Signed Rank Test yielded a of 0.463 ( ), indicating no statistically significant difference between serum and EDTA plasma hs-CRP levels. In conclusion, serum and EDTA plasma demonstrate analytical equivalence for hs-CRP measurement using the FIA method, allowing EDTA plasma to serve as a valid alternative specimen in routine laboratory practice. ABSTRAK Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme kronis yang berkaitan dengan peningkatan aktivitas inflamasi dan berkontribusi terhadap perkembangan komplikasi kardiovaskular. High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) digunakan sebagai penanda inflamasi untuk menganalisis proses peradangan kronis tingkat rendah (low-grade inflammation). Ketepatan pemilihan spesimen laboratorium sangat memengaruhi validitas analitik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar hs-CRP metode Fluorescence Immunoassay (FIA) antara spesimen serum dan plasma EDTA pada penderita diabetes melitus. Penelitian observasional komparatif dengan desain cross-sectional ini dilakukan terhadap 20 pasang spesimen serum dan plasma EDTA dari pasien diabetes melitus di RSUD Haji Provinsi Jawa Timur pada Maret 2026. Kadar hs-CRP diukur menggunakan metode FIA. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar hs-CRP serum sebesar ( ) dan plasma EDTA sebesar ( ). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai ( ), yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik antara kadar hs-CRP pada spesimen serum dan plasma EDTA. Kesimpulannya, serum dan plasma EDTA memiliki kesepadanan analitik dalam pemeriksaan hs-CRP metode FIA, sehingga plasma EDTA dapat digunakan sebagai spesimen alternatif yang valid dalam kondisi darurat laboratorium.
Copyrights © 2026