Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi yang dihadapi Indonesia dan berpengaruh terhadap pertumbuhan serta perkembangan balita. Meskipun prevalensi stunting nasional menurun menjadi 19,8% pada tahun 2024, angka tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting masih memerlukan penguatan pada tingkat keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola asuh orang tua dalam pencegahan stunting pada balita di Indonesia berdasarkan Teori Baumrind. Kajian ini juga dikaitkan dengan kondisi masyarakat di Desa Prasi, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, sebagai lokasi kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan menelaah penelitian nasional yang diterbitkan pada periode 2020–2026. Literatur diseleksi berdasarkan kesesuaian topik, tahun publikasi, ketersediaan teks lengkap, dan relevansi terhadap pola asuh serta stunting. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pola asuh berkaitan dengan praktik pemberian makan, pemenuhan kebutuhan gizi, pemantauan kesehatan, pemanfaatan pelayanan kesehatan, kebersihan, dan pengawasan perkembangan anak. Berdasarkan Teori Baumrind, keseimbangan antara responsiveness dan demandingness menjadi aspek penting dalam membentuk pengasuhan yang mendukung kebutuhan balita. Oleh karena itu, penguatan kapasitas orang tua dalam menerapkan pola pengasuhan yang responsif, terarah, dan konsisten dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan stunting di Indonesia, termasuk pada tingkat keluarga di Desa Prasi, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Copyrights © 2026