Hipertensi pada pralansia yaitu pengukuran tekanan darah dimana mmHg pada usia 45-59 tahun. Pada data Riskesdas sebelumnya menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi meningkat tajam pada usia 45-54 tahun ditemukan (45.3%) yang pernah didiagnosis menderita hipertensi oleh petugas kesehatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hidroterapi kaki dengan air rebusan daun sirih terhadap hasil pengukuran tekanan darah pralansia hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pre-test and post-test with control group, dengan jumlah sampel 28 orang, 14 orang intervensi, 14 orang kontrol. Hasil penurunan tekanan darah pre dan post intervensi pada hari pertama hingga hari ketiga memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap penurunan tekanan darah (p-value=0,001;< 0,05) dengan selisih penurunan tekanan darah sistolik hari pertama sebesar 17,28 mmHg, diastolik 9,50 mmHg, selisih penurunan tekanan darah sistolik hari kedua 13,42 mmHg, diastolik 7,42 mmHg, dan selisih penurunan tekanan darah sistolik hari ketiga 12,28 mmHg, diastolik 6,28 mmHg. Kesimpulan: Hidroterapi kaki menggunakan air rebusan daun sirih terbukti efektif dan signifikan dalam menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik. Terapi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu pilihan terapi komplementer non-farmakologis yang aman dan mudah diaplikasikan dalam manajemen hipertensi pada pralansia.
Copyrights © 2026