Latar Belakang: Status gizi ibu hamil merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Pemantauan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LILA) secara rutin diperlukan untuk mencegah risiko komplikasi kehamilan, namun keterbatasan waktu, media edukasi, dan sistem pencatatan konvensional (buku KIA) menyebabkan pemantauan belum optimal. Pemanfaatan teknologi mobile health (mHealth) dinilai mampu meningkatkan keterlibatan pasien secara mandiri dalam pemantauan dan edukasi gizi. Tujuan: Mengembangkan aplikasi IMTARA sebagai media pemantauan status gizi ibu hamil secara mandiri serta menilai kelayakan aplikasi, kemudahan penggunaan (usability), dan penerimaan pengguna. Metode: Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari model Borg and Gall dengan tahapan penelitian awal dan pengumpulan informasi, perencanaan, perancangan draf awal produk bersama pengembang aplikasi, uji coba awal oleh ahli materi dan ahli IT, revisi produk, serta uji coba lapangan skala kecil pada 19 responden ibu hamil trimester 1-3 di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Hasil: Aplikasi IMTARA berhasil dikembangkan dengan fitur pencatatan berat badan, tinggi badan, LILA, grafik IMT dan berat badan, notifikasi pengingat, alarm peringatan dini, serta edukasi gizi berbasis pangan lokal. Uji ahli materi menghasilkan nilai kelayakan 87,5% dan ahli IT 75%, keduanya berada pada kategori layak (>60%). Uji usability (SUS) pada 19 responden memperoleh rerata skor 85,21 kategori excellent, sedangkan uji persepsi dan penerimaan memperoleh rerata skor 42,58 dari skor maksimal 48 (kategori sangat positif). Kesimpulan: Aplikasi IMTARA layak digunakan sebagai media pemantauan status gizi ibu hamil berbasis digital yang mudah digunakan dan diterima secara positif oleh pengguna, sehingga berpotensi menjadi media inovatif dalam upaya promotif dan preventif kesehatan maternal.