Sektor kesehatan memiliki prospek pertumbuhan positif, namun Kinerja Keuangan perusahaan sub sektor jasa dan peralatan kesehatan masih mengalami penurunan dan fluktuasi selama periode 2021–2025. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan sektor kesehatan belum sepenuhnya diikuti oleh peningkatan Kinerja Keuangan perusahaan. Selain itu, adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh Likuiditas dan Leverage terhadap Kinerja Keuangan menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Likuiditas yang diproksikan dengan Current Ratio (CR) dan Leverage yang diproksikan dengan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Kinerja Keuangan yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Sampel penelitian terdiri atas 8 perusahaan sub sektor jasa dan peralatan kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025, dengan jumlah 40 data observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan berupa laporan keuangan tahunan dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan, karena nilai t hitung 4,444 > t tabel 2,02619 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Leverage berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan, karena nilai t hitung -0,466 < t tabel 2,02619 dan nilai signifikansi 0,644 > 0,05. Secara simultan, Likuiditas dan Leverage berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan, karena nilai F hitung 12,459 > F tabel 3,252 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05
Copyrights © 2026