Konten video pendek memungkinkan influencer memadukan pesan edukasi, motivasi, dan komersial dalam satu alur komunikasi. Penelitian ini menganalisis konstruksi narasi soft selling dan representasi ideologi self-made success dalam lima video TikTok financial influencer Reizuka Ari. Penelitian menggunakan paradigma kritis dan metode kualitatif deskriptif dengan model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang mencakup dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural. Video dipilih secara purposif berdasarkan keberadaan storytelling personal, persuasi tidak langsung, pesan motivasional mengenai pencapaian individu, serta tingkat engagement yang tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, dokumentasi, dan studi kepustakaan, sedangkan keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi teks dibangun melalui pronomina informal, pertanyaan dialogis, diksi motivasional, cerita pengalaman, angka pendapatan yang spesifik, bukti hasil, serta penyisipan produk setelah materi edukasi. Pada praktik diskursif, konten menggabungkan edukasi, motivasi, testimoni, coaching, hiburan, dan personal branding; distribusi TikTok memperluas sirkulasi pesan serta menempatkan kreator sebagai teman sekaligus mentor. Pada praktik sosiokultural, konten menormalisasi ekonomi kreator, pekerjaan digital, pembelajaran mandiri, produktivitas, dan tanggung jawab individual atas keberhasilan. Soft selling dan self-made success saling memperkuat: pencapaian finansial membentuk aspirasi, sedangkan buku atau metode ditampilkan sebagai jembatan menuju hasil serupa. Namun, penekanan pada usaha personal berpotensi mengaburkan perbedaan akses, modal, jaringan, ketergantungan platform, dan ketidakpastian algoritma. Konten tersebut merupakan wacana hibrida yang memberikan edukasi sekaligus mengomersialkan aspirasi.
Copyrights © 2026