Interaksi obat merupakan salah satu permasalahan dalam pengobatan pasien Diabetes Mellitus(DM) tipe 2 dengan hipertensi karena penggunaan terapi kombinasi dan polifarmasi dapatmeningkatkan risiko perubahan efek farmakologis antarobat. Penelitian ini bertujuan untukmengidentifikasi pola penggunaan obat serta menganalisis potensi interaksi antara obatantidiabetes dan antihipertensi pada pasien DM tipe 2 dengan hipertensi di Rumah Sakit YarsiCempaka Putih Jakarta Pusat. Penelitian menggunakan desain observasional retrospektif dengandata sekunder berupa resep pasien periode Juli–November 2025. Sampel diperoleh menggunakanteknik total sampling dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 198 dari 200 pasien (99%) memiliki potensi interaksi obat.Interaksi didominasi oleh mekanisme farmakodinamik dan tingkat keparahan moderate. Sebanyak80,8% pasien menggunakan lima atau lebih obat sehingga termasuk dalam kategori polifarmasi.Analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara jumlah obat dengan potensi interaksi(p<0,05) serta antara diagnosis penyerta dengan potensi interaksi obat (p<0,05). Temuan inimenunjukkan bahwa kompleksitas terapi dan keberadaan diagnosis penyerta merupakan aspekpenting dalam peningkatan risiko interaksi obat. Skrining interaksi, evaluasi resep, danpemantauan terapi secara berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan keamanan dan efektivitaspengobatan pasien DM tipe 2 dengan hipertensi.
Copyrights © 2026