Perilaku pasif dan rendahnya partisipasi siswa berkesulitan belajar selama proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V inklusif SD Negeri 001 Malinau Utara melatarbelakangi dilaksanakannya penelitian tindakan kelas ini, yang menggunakan model Kemmis dan McTaggart meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran serta meningkatkan partisipasi aktif siswa berkesulitan belajar melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, dengan melibatkan dua belas subjek (lima siswa laki-laki dan tujuh siswa perempuan) berkarakteristik akademik heterogen. Data partisipasi siswa dikumpulkan melalui observasi terstruktur, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan partisipasi siswa yang signifikan, dari 39,29% (kategori "kurang") pada tahap prasiklus menjadi 64,29% (kategori "cukup") pada Siklus I, dan mencapai 85,71% (kategori "sangat baik") pada Siklus II, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 80%. Peningkatan paling signifikan terjadi pada empat siswa berkesulitan belajar, yang menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan keterlibatan aktif dalam kegiatan diskusi kelompok maupun presentasi. Temuan ini mengonfirmasi efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam meningkatkan partisipasi aktif dan menumbuhkan inklusi sosial bagi siswa berkesulitan belajar di kelas inklusif.
Copyrights © 2026