Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi yang mengancam kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Solok sehingga diperlukan intervensi berbasis pangan lokal bergizi tinggi. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian Nugget Billor (ikan bilih dan daun kelor) serta Nugget Tahu Kelor (tahu putih dan daun kelor) terhadap tinggi badan dan berat badan balita stunting usia prasekolah. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental two-group pretest–posttest melibatkan 40 balita stunting usia 36–59 bulan yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 balita menerima Nugget Billor dan 20 balita menerima Nugget Tahu Kelor selama 14 hari. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi a=0,05. Hasil: Pemberian Nugget Billor meningkatkan tinggi badan rata-rata sebesar 1,640 cm dan berat badan 1,290 kg (p<0,001). Pemberian Nugget Tahu Kelor meningkatkan tinggi badan rata-rata sebesar 1,730 cm (p=0,025) dan berat badan 0,855 kg (p=0,001). Kedua intervensi menunjukkan peningkatan tinggi badan dan berat badan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan: Nugget Billor dan Nugget Tahu Kelor berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan balita stunting usia prasekolah serta berpotensi menjadi alternatif intervensi gizi berbasis pangan lokal.
Copyrights © 2025