Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana olahraga tradisional mempengaruhi peningkatan keterampilan gerak dasar anak. Selain itu, penelitian ini juga melihat bagaimana olahraga ini berhubungan dengan nilai budaya dalam pembelajaran olahraga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan desain quasi experimental menggunakan kelompok kontrol pre-test dan post-test. Siswa sekolah dasar sebanyak empat puluh dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol dalam penelitian. Tes keterampilan gerak dasar dilakukan dengan alat lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan lebih tinggi dengan nilai pretest 62,40 meningkat menjadi 82,75, sedangkan kelompok kontrol dari 63,10 menjadi 72,20. Gain score kelompok eksperimen sebesar 20,35 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 9,10. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung 6,27 dengan p-value < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa olahraga tradisional efektif meningkatkan keterampilan gerak dasar anak. Selain itu, pendekatan ini juga mampu meningkatkan motivasi belajar serta menanamkan nilai budaya, sehingga relevan sebagai model pembelajaran olahraga inovatif.
Copyrights © 2026