Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) terhadap kinerja ekspor kelapa segar Indonesia ke Tiongkok, serta merumuskan strategi optimalisasi ekspornya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi dan kajian literatur atas data sekunder dari International Trade Centre (ITC), Kementerian Perdagangan, dan Badan Pusat Statistik, yang dianalisis secara deskriptif dan komparatif berdasarkan Teori Integrasi Ekonomi Regional Balassa (1961) dan Teori Keunggulan Kompetitif Porter Diamond Model (1990). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif preferensial 0 persen melalui RCEP, dibandingkan tarif Most Favoured Nation sebesar 7 persen, memberikan kontribusi positif terhadap nilai ekspor kelapa segar Indonesia ke Tiongkok yang mencapai USD 130,8 juta pada tahun 2024. Namun demikian, masih terdapat unrealized export potential sebesar USD 108 juta, yang menunjukkan peluang ekspor belum sepenuhnya termanfaatkan. Optimalisasi tersebut memerlukan penguatan kualitas produk, infrastruktur cold chain, kontinuitas pasokan, pemanfaatan RCEP, serta akses pasar.
Copyrights © 2026