Penelitian ini menyelidiki representasi elemen mistis berupa sihir dan ruqyah sebagai media penguatan dakwah Islam dalam film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka... (2025). Elemen mistis dan simbol supranatural yang digunaan dalam sinema biasanya hanya digunakan sebagai kiasan dramatis atau horor, penelitian ini mencoba mengeksplorasi potensinya untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan agama yang mendalam menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif. Penelitian ini menerapkan analisis semiotika Roland Barthes untuk menguji makna denotatif, konotatif, dan mitos yang tertanam dalam simbol-simbol visual dan naratif film. Data penelitian diperoleh melalui observasi terhadap sebelas adegan spesifik yang mengandung elemen mistis berupa sihir dan ruqyah. Temuan menunjukkan bahwa praktik mistis yang digambarkan dalam film, seperti ilmu hitam dan ruqyah, secara simbolis mewakili pesan-pesan dakwah inti. Pesan-pesan ini menekankan penguatan akidah Islam, peningkatan kesadaran akan cobaan spiritual kehidupan, dorongan untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah SWT, dan peringatan keras terhadap praktik syirik. Pada akhirnya, film secara kreatif berhasil mengonstruksi pesan-pesan ajaran Islam melalui penceritaan simbolis dan refleksi budaya.
Copyrights © 2026