Penelitian ini menganalisis pengaruh posisi tombol Windows dan ukuran kursor terhadap efisiensi pointing pengguna berdasarkan Fitts's Law. Efisiensi diukur menggunakan nilai throughput yang dihitung dengan formulasi Shannon berdasarkan parameter geometris nominal. Data dikumpulkan di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya dengan melibatkan 30 mahasiswa aktif angkatan 2022. Penelitian menerapkan true experimental design dengan rancangan faktorial 2×2 mixed design, di mana posisi tombol Windows diperlakukan sebagai within-subject factor dan ukuran kursor sebagai between-subject factor, membentuk empat kondisi eksperimen. Analisis data menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene's test, Wilcoxon Signed-Rank Test, dan Mann-Whitney U Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa perubahan posisi tombol Windows menghasilkan perbedaan throughput yang signifikan pada kelompok kursor kecil (ρ = 0,010, r = 0,638, tergolong besar), namun tidak pada kelompok kursor besar (ρ = 0,073, r = 0,462, tergolong sedang menuju besar). Perbedaan ukuran kursor hanya signifikan pada perbandingan kursor besar posisi tengah dengan kursor kecil posisi kiri (ρ = 0,045, r = 0,364, tergolong sedang). Kombinasi posisi tombol Windows kiri bawah dengan kursor kecil menghasilkan mean throughput tertinggi sebesar 5,52 bps, yang tergolong tinggi dalam rentang umum throughput yang dilaporkan MacKenzie (1992) sebesar 3 hingga 12 bits per second pada berbagai studi Fitts's Law. Temuan ini mengindikasikan bahwa posisi tombol Windows memberikan pengaruh yang lebih konsisten terhadap efisiensi pointing dibandingkan ukuran kursor, meskipun pengaruh tersebut bersifat kondisional dan bergantung pada ukuran kursor yang digunakan.
Copyrights © 2026