Arsitektur microservices pada Kubernetes rentan terhadap fenomena noisy neighbor, yaitu kondisi ketika kontensi sumber daya menyebabkan penurunan kualitas layanan (Quality of Service/QoS) pada aplikasi yang berjalan secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Local Rate Limiting berbasis Istio Service Mesh dalam mempertahankan QoS layanan Video on Demand (VOD). Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan eksperimen komparatif pada lingkungan single-node cluster dengan tiga skenario pengujian, yaitu baseline, noisy neighbor, dan mitigasi menggunakan algoritma Token Bucket. Parameter QoS yang diamati meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss. Pengukuran dilakukan menggunakan Wireshark dan tcpdump melalui pendekatan Multi-Dimensional Capture untuk meminimalkan bias akibat mekanisme kubectl port-forward. Hasil pengujian menunjukkan bahwa skenario noisy neighbor menurunkan throughput dari 9,126 Mbps menjadi 4,158 Mbps, meningkatkan delay dari 0,082 ms menjadi 3,778 ms, serta meningkatkan jitter dari 0,016 ms menjadi 1,968 ms, tanpa ditemukannya indikasi TCP Retransmission. Analisis lanjutan menunjukkan kemunculan TCP Zero Window dan peningkatan durasi pemulihan antrean lebih dari 12 kali dibandingkan kondisi baseline, yang mengindikasikan terjadinya CPU starvation dan saturasi buffer pada peladen. Setelah Local Rate Limiting diterapkan, throughput meningkat menjadi 8,525 Mbps, sedangkan delay dan jitter menurun menjadi 0,125 ms dan 0,258 ms. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Local Rate Limiting mampu membatasi lalu lintas anomali pada Layer 7, mengurangi perebutan sumber daya, dan mempertahankan kestabilan QoS layanan video.
Copyrights © 2026